Itik Sawah Jadi Maskot Pilwakot Serang 2018

by September 19, 2017

Serang – Itik sawah Kang Damlih resmi menjadi maskot Pilwakot Kota Serang 2018. Alasan dipilihnya itik sebagai maskot karena akrab dengan masyarakat, supaya nanti mereka mau datang mencoblos.

“Kita ingin informasi Pilwakot terinformasikan sedini mungkin. Kita ingin ciri khas, sehingga KPU memiliki maskot merepresentasikan karakteristik Kota Serang,” kata Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin kepada wartawan saat peresmian maskot Pilwakot Kota Serang, Banten, Senin (18/9/2017).

Lewat pemilihan maskot ini, Heri berharap bisa menjadi alat sosialisasi yang akrab di tengah masyarakat Kota Serang. Pada Pilkada serentak nanti, KPU Kota Serang memberikan target sampai 70% pemilih datang ke tempat pemungutan suara.

Sementara itu, pakar LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Mufti Ali yang menjadi juri pada pemilihan maskot menilai pemilihan itik sebagai maskot sudat tepat. Selain ikan wader, badak Jawa, itik menjadi salah satu hewan yang akrab dengan masyarakat. Bahkan memolo (bagian paling puncak dari kubah) masjid di Banten banyak yang menggunakan itik atau damiaking sebagai simbol.

“Dia memang secara budaya dan sejarah kuat asosiasinya dengan masyarakat Banten khususnya Kota Serang,” ujarnya.

Maskot Pilwakot berupa itik sendiri dinamai Kang Damlih. Kata “Kang” digunakan merujuk ke Akang atau yang dituakan dalam tradisi Banten. Selain itu, Kang juga sering dipakai dalam pemilihan pasangan Kang dan Nong Banten. Damlih sendiri memiliki singkatan Damiaking memilih atau ajakan kepada warga Kota Serang untuk memilih wali kota dan wakil wali kota.

Pilwakot Kota Serang akan dilaksanakan serentak pada 2018 bersama daerah lain. KPU Kota Serang mentargetkan partisipasi 70% warga dari DPT sementara sebanyak 455.291 orang.

KPU Kota Serang mengaku membutuhkan kurang lebih Rp 39 miliar dalam penyelenggaraan Pilwakot nanti. Sebanyak Rp 5,7 miliar sudah diserahkan oleh Pemda Kota Serang untuk berbagai tahapan persiapan program termasuk sosialisasi.

“Anggaran yang kita ajukan ke Pemkot Serang sekitar Rp 39 miliar. Namun, yang baru disetujui 5,7 miliar. Sisanya masih menunggu kepastian anggaran perubahan 2017, ada anggaran murni 2018,” kata Heri.