Korban Meninggal Ledakan Kapal Disantuni 50 Juta

by August 13, 2017

Cilegon – Kapal KM Kendhaga Nusantara 14 milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meledak. Ledakan kencang terjadi di dalam badan kapal yang tengah dirakit di areal PT Krakatau Shipyard, di Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Jumat (11/8/2017). Peristiwa kapal meledak ini memakan tujuh korban, yakni lima korban tewas bernama Yadi, Udin, Ali, Supri dan Efendi. Sedangkan korban luka-luka bernama Asmara dan Dani.

Berkaitan dengan kasusu ledakan kapal ini, rombongan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama Tim Forensik Polda Banten dan Satreskrim Polres Cilegon meninjau lokasi ledakan, Sabtu (12/8/2017).

Setelah meninjau lokasi, kemudian pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menuju rumah keluarga Yadi, seorang dari 5 pekerja yang meninggal. Pihak Kemenhub mengaku kedatangannya ke rumah korban meninggal untuk memberikan hak-hak pekerja atau dana santunan meninggalnya korban akibat kecelakaan kerja tersebut.

“Kami dari pihak Kementerian Perhubungan datang ke sini untuk melihat lokasi kejadian sekaligus menjenguk para korban yang sakit serta menyaksikan pemberian uang santunan dari pihak manajemen,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut pada Kementerian Perhubungan Bay Mokhamad Hasani.

Ia mengungkapkan, uang santunan yang diberikan kepada pihak keluarga korban meninggal dunia sebesar 50 juta rupiah. Itu di luar biaya lain yang dikeluarkan, termasuk biaya proses pemakaman. Ia menjamin dana santunan itu sesuai dengan peraturan tenaga kerja yang berlaku saat ini.

Selain memberikan santunan kepada korban meninggal, biaya korban yang luka-luka juga ditanggung manajemen.

“Biaya korban yang sakit juga masih tanggungan manajemen,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Shipyard Askan Naim mengungkapkan, santunan 50 juta yang diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia tersebut diberikan oleh manajemen PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari dan PT Krakatau Shipyard. Dua perusahaan itu kerja sama operasional (KSO) dalam pembuatan kapal.

“Jadi setiap korban yang meninggal dapat santunan 50 juta. Bagi yang masih dirawat masih menjadi tanggung jawab KSO sampai pulih,” ujarnya.