Untirta Rilis Survei Popularitas Cawalkot Serang 2018

by September 18, 2017

Serang– Tim Penelilti Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) merilis hasil survei popularitas dan elektabilitas calon Walikota dan Wakil Walikota Serang 2018. Dalam rilisnya, tim survei FISIP Untirta menyatakan ada tiga nama Cawalkot yang memiliki popularitas tinggi.

Tim Peneliti Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta Anis Fuad menyatakan, 60 persen responden telah mengetahui dan mendengar pesta demokrasi Pilwalkot diadakan Juni 2018. 33 persen responden tidak pernah mendengar dan mengetahui. Sisanya 7 persen tidak tahu.

“Tingkat partisipasi masyarakat Kota Serang diprediksi tinggi, karena 92 persen responden bersedia ikut memilih, 2 persen tidak memilih, 5 persen tidak menjawab, dan 1 persen tidak tahu,” katanya saat memaparkan hasil riset di Ruang Serba Guna FISIP Untirta, Senin (18/9/2017).

Dalam hasil survei tersebut, dikatakan, responden pernah mendengar atau mengenal nama-nama bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Serang 2018-2023 yang sudah beredar.

“Kami temukan hasil survei tingkat popularitas tidak berbanding lurus dengan tingkat elektabilitas. Survei menemukan, Nuraeni mendapat angka tertinggi sebesar 25,7 persen, Vera Nurlaela Jaman sebesar 15,5 persen dan Ranta Soeharta sebesar 10,8 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan, harapan terbesar masyarakat pada kepala daerah baru yakni, pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, tata kota dan ruang publik, kebersihan lingkungan, reformasi birokrasi, kepemimpinan, keamamanan dan lain-lainnya.

Tim peneliti Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta lainnya, Leo Agustinus mengatakan riset dilaksanakan pada 28 Agustus sampai 5 September 2017 melalui Face to face interview dengan teknik structured interview terhadap 600 orang sebagai pemilih di Kota Serang.

“Responden dipilih secara acak (probability sampling) dengan metodik penarikan acak bertingkat (multistage random sampling) pola Krish Grid. Memerhatikan proporsi jumlah penduduk per kecamatan, desa/kota, laki-laki/perempuan dan lainnya,” paparnya, Senin (18/9).

Dikatakan, usia responden hampir merata dari 17 sampai 50 ke atas. Dengan latar pendidikan SMA sebesar 38 persen dan terkecil S2 dan tidak sekolah 1 persen.

“Ibu rumah tangga menjadi responden terbanyak yaitu 30,5 persen dan wiraswasta 22,8 persen, yang berpenghasilan antara 4000.000 hingga 500.000 rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, margin of error survey ini kurang lebih 4 persen pada tingkat kepercayaan 96 persen. Dimana Quality Control dilakukan terhadap hasil wawancara dipilih secara acak sebesar 20 persen total responden, yang tidak ditemukan adanya kesalahan berarti.