Warga Serang Keluhkan Sungai Cidurian Menghitam Akibat Limbah

by August 15, 2017

Serang – Sungai Cidurian warnanya menghitam dan berminyak ha ini diduga akibat limbah industri. Selain itu, bau menyengat juga tercium dari jarak beberapa meter. Sungai ini adalah salah satu sungai besar di Banten dengan hulu sungai di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor.

Selama ini, sungai Cidurian dimanfaatkan oleh warga Tanara dan sekitarnya sebagai penunjang pasokan air bersih. Selain itu warga juga memanfaatkan sungai untuk mandi, saluran irigasi sawah dan tambak udang juga ikan.

Salah satu warga kampung Pegadungan, Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara bernama Sanwani (31) mengatakan, sungai menghitam dan berbau sudah sejak satu pekan. Kondisi tersebut membuat warga kesusahan mendapatkan pasokan air bersih khususnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Apalagi, menurutnya pencemaran limbah khususnya di sungai Cidurian Serang sering terjadi. Bahkan limbah yang membuat hitam sungai bisa satu bulan dua kali.

“Ini sering, cuma kalau lagi banjir limbahnya kebuang ke laut. Airnya di mata perih, panas. Ikan-ikan pada mati, ikan di laut juga pada mati,” katanya Sanwani seperti dilansir detikcom , Senin (14/8/2018).

Sungai yang tercemar limbah dan menghitam juga dikeluhkan warga lain bernama Sara (60). Ia mengatakan bahwa khusus daerah desa Tenjo Ayu, warga di sana kesulitan air bersih khususnya untuk kebutuhan mandi dan menyuci.

“Sehari-hari mandi, minum nyuci dari situ,” katanya

Menurutnya, air bersih selama ini memang diambil warga dari sungai Cidurian. Akibat dari tercemar, tambak ikan dan udang sebagian milik warga juga merugi karena keracunan.

“Ke laut susah, kalau begini ikan mati sampai ke laut. Hitamnya sampai laut, udang-udang juga pada mati. Kemaren dua malem pada mati ikan sembilang, kedukang, banyak macem pada mati,” ujarnya.

Ia menambahkan, akibat tercemar limbah industri, tidak hanya pemilik tambak yang menjadi susah. Namun banyak juga nelayan menganggur karena di daerah dekat pesisir juga kesulitan mencari ikan.